Apa itu KMS Digital?
KMS Digital adalah alat bantu daring untuk membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) dan memantau
pertumbuhan anak usia 0–2 tahun (0–24 bulan) berdasarkan berat badan dan tinggi/panjang
badan. Anda cukup memasukkan hasil penimbangan di Posyandu atau fasilitas kesehatan, lalu alat ini
menempatkan titik tersebut pada kurva standar pertumbuhan WHO yang diadopsi dalam Permenkes No. 2
Tahun 2020, serta memberi pembacaan status gizi secara otomatis.
Alat ini bekerja langsung di peramban (browser), gratis, tanpa perlu instal aplikasi, dan seluruh data
tersimpan aman di perangkat Anda sendiri — tidak dikirim ke server mana pun. Cocok untuk orang tua, kader
Posyandu, dan tenaga kesehatan yang ingin mencatat serta memantau tumbuh kembang anak.
Cara memantau pertumbuhan anak
- Tekan “+ Bayi baru”, lalu isi nama dan pilih jenis kelamin anak.
- Pilih indikator: Berat menurut umur (BB/U) atau Panjang menurut umur (PB/U).
- Masukkan umur dalam bulan beserta berat (kg) dan/atau panjang (cm) hasil penimbangan.
- Titik akan muncul pada kurva WHO, lengkap dengan status gizi dan nilai Z-score-nya.
- Tambahkan data dari bulan ke bulan untuk melihat arah garis pertumbuhan — apakah mengikuti kurva
atau melambat.
- Anda bisa Ekspor PDF untuk dicetak atau dibawa saat konsultasi.
Cara membaca kurva dan status gizi (Z-score)
Kurva pertumbuhan WHO menggunakan garis simpang baku (Standar Deviasi / SD) atau Z-score untuk
menilai apakah pertumbuhan anak berada dalam rentang normal. Semakin dekat titik ke garis median (0 SD),
semakin ideal. Berikut acuan klasifikasi menurut Permenkes No. 2 Tahun 2020:
Berat badan menurut umur (BB/U)
- < −3 SD: berat badan sangat kurang (severely underweight)
- −3 SD s/d < −2 SD: berat badan kurang (underweight)
- −2 SD s/d +1 SD: berat badan normal
- > +1 SD: risiko berat badan lebih
Panjang/tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U)
- < −3 SD: sangat pendek (severely stunted)
- −3 SD s/d < −2 SD: pendek / stunting (stunted)
- −2 SD s/d +3 SD: normal
- > +3 SD: tinggi
Aturan N/T (Naik atau Tidak Naik)
Selain posisi pada kurva, KMS juga menilai tren berat badan dari bulan ke bulan dengan aturan
N (Naik) dan T (Tidak naik). Berat badan dinilai N bila kenaikannya mencapai atau
melampaui Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM) sesuai umur; bila kurang dari KBM, mendatar, atau turun,
dinilai T. Berat badan yang berulang kali “T” adalah tanda peringatan dini gangguan pertumbuhan yang
perlu ditindaklanjuti oleh kader Posyandu atau tenaga kesehatan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah alat ini gratis dan perlu instal aplikasi?
Gratis sepenuhnya dan tidak perlu instal apa pun. KMS Digital berjalan langsung di peramban ponsel maupun
komputer. Anda juga bisa menambahkannya ke layar utama (Add to Home Screen) agar bisa dibuka seperti
aplikasi, bahkan saat sedang offline.
Apakah data anak saya aman?
Aman. Semua data penimbangan disimpan secara lokal di perangkat Anda (localStorage) dan tidak pernah
dikirim ke server mana pun. Jika Anda menghapus data peramban, catatan juga akan terhapus.
Kurva apa yang dipakai sebagai acuan?
Kami menggunakan WHO Child Growth Standards yang diadopsi dalam Permenkes No. 2 Tahun 2020, yaitu standar
resmi yang dipakai di Posyandu dan fasilitas kesehatan di Indonesia.
Apa arti stunting pada anak?
Stunting adalah kondisi tinggi/panjang badan anak berada di bawah −2 SD menurut umurnya (terlalu pendek),
biasanya akibat kekurangan gizi kronis. Deteksi dini melalui pemantauan rutin membantu penanganan lebih cepat.
Alat ini menandai indikasi tersebut, namun diagnosis tetap harus dilakukan tenaga kesehatan.
Apakah alat ini bisa menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan?
Tidak. KMS Digital adalah alat bantu baca dan pencatatan, bukan pengganti penilaian medis. Untuk setiap
keputusan terkait kesehatan dan gizi anak, konsultasikan ke kader Posyandu, bidan, atau dokter.